Pembukaan pembekalan Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Angkatan XXVII dengan tema “Sinergi Gizi dan Swasembada Pangan untuk Desa Mandiri Menuju Indonesia Emas” berlangsung selama dua hari di Aula LPPM UMGO pada Selasa, 4 Februari, hingga Rabu, 5 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh 121 peserta, narasumber, dan pejabat universitas yang mendukung penuh peningkatan kualitas desa.

Ketua LPPM UMGO, Indri Afriani Yasin, Ph.D menekankan bahwa peningkatan kualitas gizi dan swasembada pangan harus berjalan selaras sebagai dasar utama pembangunan desa. Ia berharap pembekalan ini dapat membekali peserta dengan wawasan dan inovasi untuk mewujudkan desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah awal strategis dalam mengintegrasikan aspek gizi dan ketahanan pangan demi pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Kami optimis, melalui kegiatan ini, semangat dakwah dapat menginspirasi transformasi nyata di tingkat masyarakat desa. Silahkan berinovasi, belajar bersosialisasi yang baik dengan masyarakat, belajar problem solving Belajar dan hal-hal baru saat turun di desa nanti sebagai bekal kalian nanti yang harus kalian ingat di bahu teman-teman ada almamater yang harus dijaga, kalian adalah duta umgo sehingga harus bisa menjaga nama baik univeristas dan memberikan manfaat nyata bagi desa,” ujarnya.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Wakil Rektor I bidang akademik, Dr. Muh. Firyal Akbar, yang kemudian menyampaikan pidatonya dengan penuh antusiasme. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya peran akademisi dalam mendorong transformasi desa melalui penguatan sektor kesehatan dan pertanian.
Kegiatan KKD merupakan bentuk penerapan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Catur Dharma perguruan tinggi, khususnya pada dharma ketiga dan keempat, yang akan dijalankan oleh mahasiswa bersama dengan dosen pendamping lapangan.
“Dimana mahaiswa selama ini cuman dapat kuliah didalam kelas ini saatnya mahasiswa untuk turun mengabadikan diri ke masyarakat kalian harus berbaur dengan masyarakat, mengenali potensi dan masalah yang ada di desa serta memberikan solusi dan kontribusi untuk kemajuan desa dengan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam program-program pembangunan desa.
Ingat kalian turun bukan membawa nama pribadi tetapi membawa umgo, selama ini kkd citranya sangat bagus jadi kalian harus menjaga citra ini buatlah program yang bersinergi dengan pemerintah dan memberdayakan masyarakat,” pinta Dr. Firyal.

Pembekalan KKD Angkatan XXVII ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan mendorong inovasi baru bagi peserta dalam menghadapi tantangan pembangunan desa. Melalui kolaborasi antara ilmu gizi dan kemandirian pangan, diharapkan desa-desa dapat berkembang secara mandiri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, sehingga berkontribusi pada terciptanya Indonesia yang lebih maju dan kompetitif di tingkat global.
